Banyak orang menganggap bahwa merokok dapat menghilangkan stres, itu semua bohong besar.
Salah satunya alasannya banyak orang tidak bisa menghentikan kebiasaan merokok karena merokok itu sangat diyakini bisa menghilangkan rasa stres, tetapi para ilmiah justru membuktikan sebaliknya.
Orang-orang yang merokok biasanya memiliki masalah mental dan jika dibandingkan dengan bukan perokok, perokok menganggap bahwa merokok dapat menghilangkan stres itu semua bukan menghilangkan stres tetapi mereka sudah kecanduan dan dengan merokoklah mereka dapat menikmati suasana tetapi setelah habis mereka akan kembali stres.
Ternyata orang perokok sudah mencapai 70% dibandingkan orang yang tidak perokok. Apa yang dialami ketika kita menyalakan rokok, rokok adalah tanda awal dari gejala ketagihan dan gejala-gejala tersebut itu sangat mirip dengan gejala stres, sebenarnya itu adalah gejala awal ketagihan yang ada pada nikotin. Dengan kata lain jika kita mengira merokok bisa mengendalikan stres itu sudah salah besar tetapi sebaliknya rokok itu dapat merusak bagian organ tubuh kita.
Penelitian ini sudah dilakukan dengan melibatkan sebanyak 7.000 orang yang sudah berusia 40 tahun, dan diketahui bahwa lebih dari 18% perokok sudah melaporkan mereka memiliki kecemasan dan depresi dibandingkan 10% orang yang tidak merokok dan 12% lagi pada orang yang sudah berhenti merokok.
Rasa yang ditemukan dari rokok sangatlah tidak berguna dan dapat merusak organ tubuh, bukan merokok solusi untuk menghilangkan stres tetapi banyak cara lain untuk mengatasi rasa stres antaralainnya adalah banyakkan kegiatan (Sibuk dengan pekerjaan), berolahraga, mengobrol dengan teman dan menghabiskan waktunya dengan keluarga, itu semua tergantung kepada kita sendiri.
Tetapi saran saya http://ispapaku.blogspot.co.id/ adalah jauhkan rokok mulai dari sekarang dan lakukan hobi yang kita sukai sehingga mood kita lebih baik dari yang sebelumnya.


No comments:
Post a Comment